Jumat, 28 Agustus 2009

hatihatipatahhati

Saya tidak sedang berbicara tentang hati hati yang patah hati, saya berbicara tentang bahaya laten patah hati….

Dirimu di hatiku tak lekang oleh waktu…Ah, sangat berlebihan lirik lagu ini.. Apalagi ini…Satu jam saja ku telah bisa, cintai kamu-kamu-kamu di hatiku namun bagiku melupakanmu butuh waktuku semumur hidupku…
Seolah waktu tak kuasa lagi memutar hari, sepertinya semua akan mandeg begitu saja hanya karena sebuah nama..Sia-sia!

Ya, realitas tak terbantahkan. Bahwa setiap orang pernah merasakannya dan bagi yang belum pernah, anda akan merasakannya! Bagaimana tulang-tulang terasa ngilu dan kepala ini begitu ngelu….Haaaah..

Nikmati saja karena sebahaya-bahayanya, bahayanya tidak akan membuat anda mati bunuh diri (tentunya jika logika anda memang masih jalan). Paling mentog, anda akan sering menatap dengan pandangan kosong dalam waktu-waktu tertentu, menangis atau malah marah-marah ketika mendengar sebuah lagu, tidak bisa tidur atau justru tidak bisa tidak tidur, tidak doyan makan atau justru sangat doyan makan, atau mungkin, tiba-tiba saja anda bisa berubah menjadi pujangga semusim….

Bagi pemula ataupun yang sudah berpengalaman, patah hati tentunya rasanya sama saja. Yang berbeda adalah seberapa jauh patah hati mengganggu stabilitas hati, pikiran bahkan pencernaan anda! Dan bagaimana anda menikmati dan menyikapinya….

Seperti saya, yang sore itu benar-benar menikmati bahayanya patah hati…Berjalan di tengah gerimis, sendiri, tanpa payung, menyusuri Jalan Monjali….setelah meraung-raung di pelukan seorang sahabat...Meskipun perjalanan itu tidak mengurangi penyakit yang ada di hati saya saat itu, paling tidak tenaga saya tidak terbuang sia-sia untuk menangis…

Itulah salah satu cara saya menikmatinya. Lalu bagaimana saya menyikapinya? Setelah sebelumnya saya lebih banyak menghardik dan mengutuk keadaan, untuk patah hati yang terakhir kemarin, saya lebih banyak menghela nafas panjang sambil memandangi wajah saya di kaca rias…mengatakan pada diri saya bahwa saya akan baik-baik saja (sungguh motivasi terbesar ada dalam hati kita!)

Untung saja, stabilitas hati, pikiran, otak dan pencernaan saya tidak terlalu terganggu dengan virus patah hati itu…Nyatanya, saya tetap bisa makan dengan enak, tidur dengan nyenyak, belajar dengan tenang, bermain dengan senang! Terimakasih Tuhan….

Jadi, saya dapat memastikan, lirik lagu patah hati tadi tidak akan terjadi dalam kehidupan anda. Sebahaya-bahayanya patah hati, pasti bisa disembuhkan (pun ketika patah hati anda sudah mencapai stadium lanjut)! Obatnya adalah persahabatan dengan waktu….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar