“….Why don’t you go your way..and I’ll go mine..live your life, and I live mine…baby, you do well and I’ll be fine..cos much better of separated….” (separated-usher)
Saatnya mencoba mengamini sekaligus mengimani bahwa much better of separated...Sesungguhnya perpisahan ini hanya menunggu waktu, seperti yang pernah dia katakan, “semua hubungan pasti ada akhirnya kan?” Tepat sekali. Dan akhirnya ini terjadi….
Jika saya boleh meraba-raba, mungkin ini adalah jawaban Tuhan atas doa khusus saya di taman doa Gereja Ganjuran, yang berada tidak terlalu jauh dari lokasi KKN saya waktu itu…Kalau tidak salah ingat, tiga kali saya mengunjungi gereja itu untuk mempergumulkan hal yang sama dan (maaf) setengah memaksa Tuhan untuk menjawab pertanyaan saya sesegera mungkin…Saya hanya meminta Tuhan menunjukkan pada saya, apa yang akan terjadi dan sangat mencoba meminimalisir untuk melibatkan keinginan pribadi saya di dalam doa-doa tersebut. Berserah. Mungkin itu kata yang tepat kalau saya tidak ingin menyebutnya pasrah…
Sesekali saya mengutuki keadaan yang membuat perpisahan ini terjadi namun selebihnya, saya iklhas…Saya tahu, saya dan juga dia, tidak selamanya bisa melawan keadaan dan kenyataan. Satu tahun sudah, mungkin kita masing-masing mencoba menutup mata dan mengikuti arus yang dulu ada dan menutupinya dengan berbagai alasan, namun benar, sekalu berbeda tetap saja berbeda….Ketika perbedaan itu kini menjadi jawaban atas ketidakjelasan yang kita jalani selama ini, saya hanya bisa diam. Tidak ada lagi asumsi dan tidak ada lagi kegelisahan, yang ada hanya kelegaan karena semua telah tersampaikan sekaligus kesedihan karena kita tidak akan mungkin merubahnya…
Saya seperti tiba di ujung perjalanan panjang yang tidak saya pungkiri, terkadang begitu melelahkan…Grafik keadaan yang berubah-ubah selama satu tahun belakangan ini menempa saya untuk menjadi kuat dan siap menghadapi apapun yang akan terjadi pada hubungan ini..Bagi saya, perpisahan ini seperti maut, yang kapan saja bisa menjemput. Namun, betapapun saya menyiapkan diri untuk kondisi terburuk, saya hanya manusia biasa yang tetap saja bersedih ketika perpisahan ini sungguh-sungguh menjemput saya….
Sedikitpun saya tidak menyesali apa yang terjadi selama ini, bagaimanapun, saya begitu banyak belajar melalui hubungan ini, belajar bersabar, belajar percaya, belajar ikhlas, belajar memahami dan mengerti…Tentunya, tidak sedikit hal yang akan saya ingat dan bisa saya kenang melalui hubungan tanpa status ini..hubungan yang bagi sebagian orang adalah hal yang aneh, bahkan bodoh….bagaimanapun juga, saya telah memilih jalan saya sendiri.
Makasih sedalam-dalamnya buat teman-teman dan sahabat yang selalu setia mendengarkan bahkan sudi memberikan saran yang berbeda dengan cara yang berbeda pula, makasih
Dan akhirnya…untuk (kamu), terimakasih ya pernah menorehkan warna lain dalam hidupku, seperti yang kamu pernah bilang, sama seperti kamu, aku pun ngga pernah menyangka, setelah sebelumnya di tahun 2008, kamu bercandaan nembak aku..tiba-tiba setahun kemudian di tahun 2009, kita bisa tiba-tiba deket beneran terimakasih banyak buat semuanya, ya…yang manis, yang asem sampe yang pahit sekalipun,hehe…aku juga mau minta maaf buat banyak kesalahan aku selama ini, mungkin kamu pernah merasa begitu terpojok, merasa selalu disalahkan karena kondisi kita, selalu dijudged, ataupun ketidaknyamanan yang pasti pernah kamu rasain, aku minta maaf…oya, ada satu pertanyaan kamu yang belum aku jawab..dan aku cuma mau bilang, aku ngga pernah benci kamu
Selasa, 28 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar